Berdasarkan data MUI, kebutuhan Al-Qur'an di Indonesia mencapai 2 juta eksemplar per tahun, namun baru terpenuhi sekitar 400.000 eksemplar. Keterbatasan produksi dan distribusi menyebabkan banyak wilayah, terutama daerah terpencil, mengalami kekurangan kitab suci.
Di sisi lain, semangat menghafal Al-Qur'an di pelosok negeri justru semakin tumbuh. Meski dengan akses yang sulat dan fasilitas terbatas, para penghafal (hafizh) tidak pernah padam semangatnya.
Perhatikan berapa Al-Qur'an yang tersimpan di rumah kita. Mari kita ulurkan tangan untuk saudara-saudara kita yang sangat membutuhkannya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab, “yaitu ahli Qur’an (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)
Jangan biarkan semangat mereka terhalang oleh kurangnya Al-Qur'an. Mari sebarkan kebaikan jariyah dengan menyedekahkan Al-Qur'an untuk para penghafal di pelosok negeri.
Sedekah Al-Qur'an Sekarang!